oleh

KAUM DT MEJOLELO SUKU JAMBAK MELAPORKAN KEPSEK SMAN  1 TANJUNG MUTIARA TIKU KE JALUR HUKUM

Sidak Nusantara, Agam – Kaum Dt. Majolelo meminta ganti rugi ke Pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Mutiara Kab. Agam Prov. Sumatera Barat atas dugaan pencurian pohon kelapa hak milik kaum Dt. Majolelo oleh oknum pihak sekolah.

Selain itu pihak Dt. Majolelo mendirikan plang yang bertuliskan Tanah Ini Hak Milik Kaum Dt. Majolelo Diserahkan Kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Melalui Bupati Agam, Sertifikat Hak Pakai No : 03.04.11.05.00001 tanggal 10 Januari 2001.

Serta ada juga bangunan 4 kios yang rencananya digunakan untuk kantin, dan di tempat tersebut bertuliskan BANGUNAN INI BERSENGKETA Dg. KAUM DT. MAJOLELO.

Yang diketahui lokasi SMAN 1 Tanjung Mutiara tersebut awalnya adalah tanah wakaf dari kaum Dt. Majolelo diwakili oleh TH.M.Dt. Majolelo Tuo dan H. A Jambak Panungkek Dt. Majolelo (Alm) sebagai ahli waris yang sah dari kaum Nawawi (Alm) suku Jambak.

Pada tanggal 12 November 1991 kaum Dt. Majolelo menyerahkan sebidang tanah perkebunan seluas lebih kurang 4 Ha, Diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Bupati Agam untuk dimanfaatkan sebagai gedung SMAN 1 Tiku.

“Kami tidak terima pihak sekolah menebang pohon kelapa dilokasi pekarangan sekolah ini tanpa sepengetahuan kami. Karena dulunya kita ada perjanjian di surat pernyataan dalam saat menyerahkan tanah lokasi ini,” kata TH. M.Dt. Majolelo Tuo salah satu yang melaporkan pihak SMAN 1 Tanjung Mutiara kepihak berwajib. Rabu (24/6), saat di rumahnya.

Dijelaskan, perjanjian itu berbunyi pada alenia ke 3, Bahwa kami bertanggung jawab sepenuhnya atas segala bentuk rumah dan bangunan yang ada diatasnya untuk dibebaskan, begitu juga tanaman yang ada diatasnya, tanpa menuntut ganti rugi dengan kata lain kami yang menyerahkan tanah yang membebaskan kaum Dt. Majolelo.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari adik kami (W) dan (N) pada tanggal 25 mei 2020, bahwa pohon kelapa milik kami berjumlah 9 batang diduga di tebang oleh kepsek dan wakil kepsek sarwin. Dipergunakan untuk bahan 1 unit bangunan kantin 4 petak dan rumah tempat tinggal 1 petak,” ungkapnya.

Di tempat terpisah awak media  mengkonfirmasi Kepsek SMAN 1 Tanjung Mutiara, Nasril menyatakan bahwa tidak ada yang namanya mencuri, Karena pohon kelapa itu terletak di lokasi pekarangan SMAN 1 Tanjung Mutiara.

“Masak setiap kita melakukan kebijakkan di SMA ini harus melaporkan ke pihak kaum Dt. Majolelo. Padahal tanah ini sudah diwakafkan kepada pemerintah untuk dimanfaatkan menjadi sekolah,” jelas Nasril.
(Andika)

Bagikan :

Komentar

Berita Lain