oleh

SATPOL PP LUBUK BASUNG GREBEG TEMPAT HIBURAN MALAM

Sidak Nusantara, Agam – Tempat Hiburan di Pasar Padang Baru sangat meresahkan warga. Kekompakan pemuda dan warga setempat melaporkan hal ini ke Satpol PP Lubuk Basung.
hari selasa 30/06/2020 Pukul 02.00 WIB. Satpol PP Agam ,TNI dan polri di bantu oleh Pemuda, Hal hasil penggrebekan di hari selesa tersebut yang di lakukan oleh tim Gabungan membuahkan hasil, Tim Gabungan meringkus 4 wanita dan satu waria yang sedang duduk di kafe tersebut. Tim gabungan menyita barang bukti dua puluh botol minuman keras yang langsung di amankan Satpol PP Agam untuk di proses.

Tempat hiburan malam ini sering di grebek dan sudah beberapa kali di beri peringatan namun pengelola tidak menggubris peringatan tersebut sehingga mereka masih tetap beraktivitas setiap malamnya,

Penggerebekan di lakukan oleh tim gabungan adalah atas laporan warga yang merasa resah karena kafe tersebut buka sampai dini hari atas penggrebekan pada malam selasa dini hari 4 wanita dan 1 waria, dan Barang bukti masih di proses di kantor Satpol PP Agam.

Terkait dengan tindak lanjut, Hasil penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Satpol PP Agam bersama masyarakat tersebut, Kasatpo PP – Damkar Agam, menegaskan pihaknya akan mempelajari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Satpol PP Agam.

“Intinya, kami perintahkan, kafe itu ditutup untuk sementara waktu sampai proses perizinannya selesai. Kita perintahkan tutup dan akan diawasi khusus, “ tegas Kurniawan Syahputra.

Sementara menurut ketua GAPPIS Lubuk Basung Rino Syamna Putra, yang mendampingi personil gabungan Satpol PP Agam, Selasa dini hari tadi, meminta Pemkab Agam melalui Satpol PP Agam untuk segera menutup seluruh aktivitas kafe tersebut, karena sudah sering diingatkan dan meresahkan.

“Kami meminta pemerintah bertindaktegas, untuk mengantisipasi dampak lain yang berpotensi terjadi , kami minta pemerintah menindaklanjuti permintaaan masyarakat tersebut, “ tegas Rino Syamna Putra dengan nada tinggi.

Ketua GAPPIS Padang Baru Lubukbasung itu berharap Satpol PP Agam selaku penegak perda bisa menindak lanjuti permintaan masyarakat, karena keberadaan kafe itu justru lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaat pada masyarakat.

“Kita berharap, permintaan itu ditindaklanjuti, karena sudah sangat sering masalah yang sama terjadi, bahkan sudah sering digerebek, “tegasnya.

(Noviar)

Bagikan :

Komentar

Berita Lain