oleh

PARIK PAGA NAGARI BAWAN DAN TIKU V JORONG KEMBALI KUASAI HGU NOMOR 11 DI PT.AMP PLANTATION

Sidak Nusantara, Agam – Ninik mamak di dua Kenagarian, yaitu Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari dan Nagari Tiku V Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Menuntut tentang Hak Guna Usaha (HGU) No.11 kepada pihak perusahan PT.Agro Masang Perkasa (AMP) Plantation, Pada hari Rabu (1/7/2020).

Berhubung tuntutan Ninik mamak yang tidak kunjung diindahkan oleh pihak perusahaan maka dengan seluruh anak nagari meminta kejelasan terkait permasalahan tersebut.

Atas dasar itu Ketua beserta anggota parik paga nagari Tiku V Jorong dan nagari Bawan, Kembali kuasai Lahan Perkebunan sawit PT.AMP Plantation, Pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2020.

“Kami berharap tidak ada lagi Aktivitas dari pihak perusahaan diatas tanah ulayat ninik mamak kami tiku V jorong dan Bawan. Karena hingga saat ini pihak perusahaan PT.AMP Plantation belum ada penyelesaian dan tidak niat baik dari PT.AMP Plantation,” tegas Epizal Dison Ketua parik paga Tiku V Jorong.

Fajri Dt. Rangkayo Kaciak menambahkan kepada awak media “Ini bukan yang pertama kali, akan tetapi sudah berulangkali kami menagih agar Perusahaan PT. AMP Plantation memenuhi janjinya. Namun setiap dimintai kejelasan, Jawaban dari mereka masih seperti semula, Akan segera kami laporkan kepimpinan kami, Karena kami disini tidak ada yang dapat memutus”. Ungkap mereka.

Dt. Rangkayo Kaciak juga mengatakan “Sebelumnya kami telah berupaya secara baik-baik dengan menyurati PT.AMP Plantation hingga agar perusahaan segera menyelesaikan terkait  Hak Guna Usaha nomor 11 yang tak kunjung selesai. Padahal telah ada ikatan perjanjian lahan perkebunan dengan HGU Nomor 11 tersebut, sebagaimana yang telah disepakati dan disetujui oleh kedua belah pihak. Namun hingga detik ini dari pihak PT. AMP Plantation tidak mengindahkan kesepakatan itu” jelasnya.

“Usai pertemuan dengan pihak Perusahaan PT. AMP Plantation. Puluhan anggota Parik paga langsung meminta karyawan yang sedang melakukan berbagai aktivitas dilahan HGU no 11, agar segera mengosongkan lokasi. Jangan ada lagi kegiatan dilokasi ini,” himbau Surya kepada para pekerja tersebut.

Saat awak media mengkonfirmasi ke pihak PT.AMP Plantation malah saling melempar tanggung jawab. Padahal pihak perusahaan telah mempercayakan kepada Mulyono selaku manager Bina Mitra, saat awak media menghubungi lewat telpon seluler tidak pernah di gubris oleh Mulyono, Padahal awak media ingin mengkonfirmasi agar kami dapat berita yang berimbang.

(Mei Ridwan)

Bagikan :

Komentar

Berita Lain