oleh

PADA DASARNYA HUKUM ISLAM ITU MEMILIKI FLEKSIBELITAS DALAM PELAKSANAANNYA

Sidak Nusantara – Pada dasarnya hukum Islam itu memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Termasuk ketika pandemi Covid-19 melanda dunia saat ini.⁣


Dalam Seminar Daring bertemakan “Peranan Fatwa MUI pada Masa Pandemi Covid-19 dan Dampak Hukumnya” yang diselenggarakan Universitas Al Azhar, saya menegaskan bahwa fatwa dikeluarkan untuk memberikan bimbingan dan tuntunan bagi umat untuk melakukan penanggulangan dan mengatasi dampak pandemi Covid-19. Karena fatwa yang benar akan senantiasa berorientasi pada kemaslahatan dan tidak menyulitkan. Berorientasi pada maksud diturunkannya syariat (maqashid as-syari’ah).⁣


Pemerintah misalnya mengambil pertimbangan utama dalam kebijakan penanggulangan pandemi covid-19 demi menjaga kemaslahatan rakyatnya, baik dari dampak kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Menjaga kemaslahatan masyarakat itu sejalan dengan prinsip maqashidu as-syariah, terutama yang menyangkut hifdzun nafs (menjaga keselamatan jiwa). Peran ulama dan semua elemen sangat besar artinya dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Semoga dengan begitu mata rantai penularan covid-19 bisa diputus dan pandemi ini segera berakhir.

 

@kyai_marufamin

Bagikan :

Komentar

Berita Lain