oleh

ANGGOTA KOMISI IV DPR RI Slamet Ariyadi MENYAMPAIKAN PESAN KEPADA PEMERINTAH AGAR DI MASA PANDEMI COVID-19, PEMERINTAH MEMPERHATIKAN KESEJAHTERAAN PETANI GARAM DAN TEMBAKAU

-Nasional-131 views

Sidak Nusantara – Anggota Komisi IV DPR RI Slamet Ariyadi menyampaikan pesan kepada Pemerintah agar di masa pandemi Covid-19 ini juga memperhatikan kesejahteraan petani garam dan tembakau, mengingat keduanya sangat berkontribusi di dalam menjawab kebutuhan masyarakat, dan penerimaan negara di sektor cukai rokok. Ia pun menaruh harapan besar agar Pemerintah dan Legislatif mampu membangun intensitas koordinasi dan komunikasi dalam sejumlah hal, salah satunya terkait harga garam yang masih memprihatinkan.

“Terkait masalah harga garam hari ini yang sudah menjadi momok yang sangat memprihatinkan, bagi kami khususnya warga Madura yang mayoritas sebagai petambak garam. Tentunya ada harapan besar bagaimana tahun 2021 perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi baik dalam hal regulasi ataupun kebijakan yang pro terhadap petambak garam,” ujar Slamet saat menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Masyarakat Madura pun diketahui memiliki harapan yang besar agar pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 ini juga mengacu pada petani garam. Selain itu, masyarakat Madura yang sebagian besar bekerja sebagai petani tembakau juga menaruh harapannya kepada Pemerintah dan Legislatif untuk hadir terhadap para petani tembakau. “Tentunya harapan besar bagi kami Pemerintah mampu untuk melakukan inovasi dan kreasi agar bagaimana hasil tembakau ini tidak hanya untuk supplier rokok,” jelas Slamet.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mendorong agar Pemerintah mampu melakukan proses ekstraksi terhadap industri tembakau, sehingga kesejahteraan petani tembakau tidak saja bergantung pada pabrikan rokok. “Harapan besar hasil industri dari tembakau ini mampu dilakukan proses ekstraksi, sehingga kesejahteraan petani tembakau ini tidak saja tergantung pada pabrikan rokok,” tegas Anggota BURT DPR RI ini.

@dpr.ri

Bagikan :

Komentar

Berita Lain