oleh

DI DUGA KURANG NYA PERAWATAN DRENASE JALAN KOTA LUBUK BASUNG BANJIR

Sidak Nusantara, Agam – Akibat banjir di sekitaran kota Lubuk basung diakibatkan karena sistem drainase masih buruk yang melanda di beberapa titik diantara jalan-jalan dan pemukiman warga pada Minggu (30/08), ini menunjukkan sistem drainase kota masih buruk dan tidak berfungsi optimal karena tidak mampu menampung luapan air hujan di badan jalan sekitaran Lapau talang, Lubuk Basung Kabupaten Agam – Sumatera Barat.

 

Hal itu di sampai kan salah satu Tokoh Masyarakat dan juga Ketua DPD Lembaga Metropol Indonesia, Syafri Antoni. “Ini merupakan banjir lokal yang diakibatkan buruknya sistem drainase kota. Diperkirakan hanya sekitar 40 % yang berfungsi baik saat ini. Kondisi saluran air Kota Lubuk Basung diameternya harus diperlebar, misal dari 1,5 meter menjadi 3 meter, agar kapasitas bisa menampung air saat hujan lebat,” terang Ketua DPD Lembaga Metropol Indonesia Syafri Antoni yang juga di sapa Toni Kijuak.

 

Menurut Toni Jaksus, diperkirakan meluapnya air ke badan jalan masih banyak saluran air yang tersumbat lumpur, sampah, dan juga diduga lalu lalang jaringan utilitas yang tumpang tindih dan tidak terhubung dengan baik antar saluran air (Drenase). “Miris….. Agam Menyemai… Agam Hebat lagi… Ibukota Metropolitan taganang.. dan Kota Lubuk Basung yang katanya Ibukota Metropolitan, Metropolitannya tapi Abal Abal. #KadaiSIRIORUNTUAH

 

AKIBATTIDAKPERNAHdilakukanPERAWATAN”. Tulisan Bg Kijuak pada Postinggan Facebooknya.

 

Lanjut, Banjir mulai menutupi jalan raya sejak hari Minggu (30/08/2020) siang kemaren. Akibat dari genangan air tersebut menghambat aktivitas perekonomian masyarakat setempat. “Ya kita terganggu dengan luapan air ini. Kita butuh keseriusan pemerintah Pemda Agam yang di Pimpin Bupati Agam Indra Catri untuk serius memperbaiki drenase dan tepi saluran-saluran air juga. Supaya bisa menampung air saat hujan agar tidak meluap,” tandas Toni.

 

Hal yang sama juga dituturkan oleh Balak Agam (Acil) Menurutnya, masyarakat harus bekerja sama dalam meningkatkan pemahaman untuk melakukan mitigasi banjir, baik di dalam kota Lubuk basung potensi air banjir maupun di kecamatan – Kecamatan yang rawan kebanjiran dan lonsor.

 

Sanggat di sayang kan banjir terjadi di wilayah pusat pemerintah kabupaten Agam yg dilanda saat ini dan ini arus nya bisa jadih acuan bagi kepala PU Agam untuk bisa menjadikan tentang proyek yang akan di lakukan di setiap bidang… karna ini sangat – sangat merugikan masyarakat. “Semoga Bapak Bupati Agam selalu cepat tanggap tentang musibah ini, Semoga kedepan nya ini tidak akan terulang lagi”. Ungkap Balak Agam.

Pengendalian banjir harus dilakukan bersama-sama antara pengurangan potensi air banjir di daerah hulu dan pengaturan drainase di daerah hilir. Selain itu, kita juga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, dan tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih agar tidak terjadi kebanjiran nantiknya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya untuk melakukan konfirmasi terhadap pihak terkait Pemda Agam.

(DIKA)

Bagikan :

Komentar

Berita Lain