oleh

KETUA PELAKSANA KOMITE KEBIJAKAN PENANGANAN COVID DAN PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL (PCPEN) MENGADAKAN KONFERENSI PERS

Sidak Nusantara – Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir dan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Bapak Rosan Roslani, mengadakan konferensi pers dengan topik pengawasan distribusi subsidi gaji kepada karyawan yang terdata di BPJS Ketenagakerjaan.
Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional menjalin kerjasama dengan KADIN dalam hal pengawasan pengelolaan program distribusi subsidi gaji tersebut.

Erick Thohir mengatakan bahwa program subsidi gaji yang telah diluncurkan tersebut ditargetkan untuk 15.7 juta orang dengan nilai mencapai 37.8 triliun. Keputusan sementara, program subsidi tersebut akan berlangsung hingga Desember 2020 sehingga kerja sama dengan KADIN juga akan berlanjut sesuai jadwak program dimaksud. Selama periode Agustus-Desember, penyaluran subsidi gaji akan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu 1.2 juta orang yang akan mendapat gaji bulan September dan Oktober pada bulan Agustus dan September ini. Targetnya di pertengahan September sudah tembus di angka 13.8 juta orang. Sisanya, 1.2 juta orang akan dibayarkan pada bulan Oktober akhir atau November awal. Diharapkan adanya percepatan sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga sehingga program usaha mikro yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia yang kemarin di Jakarta, Aceh, dan Yogyakarta dapat terlaksana. Ketua KADIN, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, KADIN ikut memonitor dan memastikan bahwa program yang sudah dijalankan Pemerintah bisa tepat sasaran dan implementasinya berjalan dengan baik. Subsidi gaji tersebut diberikan Pemerintah sebesar Rp 5juta kepada para pekerja di semua sektor yang terdaftar.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua Pelaksana PCPEN, Erick Thohir mengatakan, selain program subsidi gaji, juga terdapat program usaha mikro yang masing-masing untuk subsidi gaji Rp 37.8 triliun, sedangkan usaha mikro Rp 28.8 triliun tambahan untuk mempercepat penyerapan. Untuk subsidi gaji sudah mempunyai 14 juta nomor rekening langsung, sehingga proses penyaluran subsidi gaji langsung masuk ke rekening pekerja yang membutuhkan. (1/2)

@kementerianbumn

Bagikan :

Komentar

Berita Lain