oleh

KOMISI X DPR RI MENGGELAR RAPAT DENGAR PENDAPAT MEMBAHAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG SISTEM KEOLAHRAGAAN NASIONAL (RUU SKN)

Sidak Nusantara – Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat membahas Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN) klaster penghargaan dan kesejahteraan atlet dengan menghadirkan para atlet nasional, pakar olahraga, serta BPJS Ketenagakerjaan

Pada rapat yang di gelar Selasa, (1/9/2020) ini, mengemuka isu terkait kesejahteraan atlet begitu krusial, lantaran banyak pensiunan atlet tak dihargai lagi dan minim kesejahteraan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf yang memimpin rapat menjelaskan, penghargaan hanya diberikan saat atlet berada pada masa golden age atau masa tayang prestasi.

“Penghargaan begitu luar biasa. Tapi ketika golden age-nya sudah lewat, kita sering melihat penghargaan makin berkurang termasuk kesejahteraan atlet,” tutur Dede. Kesejahteraan atlet amatir dan profesional juga sangat berbeda. Yang banyak bermasalah tentu kesejahteraan bagi para atlet amatir yang bertanding di Porda dan PON. Banyak dari para atlet amatir tak mendapat kesejahteraan lagi di hari tuanya.

Berbeda denga para atlet profesional yang sudah mendapat sponsorship. “Nah, apakah RUU SKN perlu mengatur urusan atlet profesional atau apakah RUU ini cukup mengatur sampai batas amatir saja,” papar mantan aktor dan Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Sementara soal BPJS Ketenagakerjaan, politisi Partai Demokrat ini mengatakan, perlu pula didiskusikan, apakah para atlet ini perlu mendapat jaminan asuransi sejak aktif berlatih di pelatnas sampai masa pensiun.

@dpr.ri

Bagikan :

Komentar

Berita Lain