oleh

VIDEO HARIMAU YANG TAMPAK KURUS SEMPAT VIRAL DAN MENUA BANYAK TANGGAPAN DARI MASYARAKAT

Sidak Nusantara – Video harimau yang tampak kurus sempat viral dan menuai banyak tanggapan dari masyarakat. Harimau sumatra ini diketahui berada di lembaga konservasi Maharani Zoo. Tim Wild Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur segera meninjau Lembaga Konservasi @maharanizoo dan Goa untuk memastikan kondisi harimau sumatra bernama Bhaksi.

Tim melakukan pengamatan kondisi dan morfologi harimau sumatra dari jarak dekat (nahok). Hasil pengamatan menunjukkan Bhaksi yang telah berusia 15 tahun terdapat banyak guratan tua di wajah dan pelipis mata, rumbai juga telah mengalami penipisan namun masih dalam kondisi badan tetap sehat dan tidak kurus. Tim juga mengumpulkan sekaligus memeriksa data catatan medis, catatan pemberian pakan dan pemberian obat untuk 3 bulan terakhir. Berdasarkan data catatan medis satwa, tidak dijumpai adanya indikasi penurunan kesehatan, pengurangan pemberian pakan dan nutrisi lainnya, semua diberikan sesuai porsi dan takaran satwa dengan usia tersebut.

Drh. Indra Exploitasia, M.Si. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati @indonesianwildlife Ditjen KSDAE KLHK menyampaikan bahwa “Seluruh Lembaga Konservasi mempunyai kewajiban terkait pengelolaan satwa dengan memperhatikan kesejahteraan satwa, kepada seluruh pengelola Lembaga Konservasi di Indonesia, Khusus Lembaga Konservasi Maharani Zoo dan Goa agar lebih memperhatikan pengelolaan satwa usia tua, lebih intensif baik memantau kondisi kesehatannya, perlakuan khusus pada nutrisi, menjaga kestabilan kondisi badan sampai dengan penyediaan area khusus bagi perawatan satwa tua. Drh. Indra Exploitasia, M.Si. menambahkan bahwa untuk masing-masing satwa koleksi khususnya jenis karnivora memiliki spesifikasi penanganan pakan dan kesehatan sesuai Body Condition Scoring (BCS) sehingga satwa di usia tua memiliki kondisi ideal yg berbeda dengan satwa usia muda atau dewasa. Diharapkan prinsip kesejahteraan hewan menjadi pedoman utama dalam mengelola lembaga konservasi.

@kementerianlhk

Bagikan :

Komentar

Berita Lain