oleh

INOVASI DAN SINERGI BERKONTRUSI BESAR TERHADAP PEMBANGUNAN SEBUAH NEGARA

-Nasional-253 views

Sidak Nusantara – Dalam laporan Global Innovation Index (GII) 2020, negara-negara dengan skor inovasi tinggi cenderung memiliki PDB per kapita lebih tinggi. Berdasarkan laporan GII pada 2018 dan 2019 peringkat Indonesia tidak bergeser dari posisi 85 dari 130 negara di dunia.

Karena itu, untuk mengejar ketertinggalan, bangsa Indonesia terutama lembaga pendidikan tinggi, perlu memacu inovasi dan sinergitas lebih jauh lagi. Penekanan ini saya sampaikan saat membuka acara Dies Natalis ke 55 Universitas Lampung (UNILA) melalui konferensi video.

Sejatinya, Indonesia mempunyai alokasi anggaran lebih besar dalam bidang riset dan pengembangan dibandingkan Vietnam. Tapi, jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1 juta penduduk. Sedangkan Vietnam memiliki jumlah peneliti 673 per 1 juta penduduk. Alokasi anggaran riset dan pengembangan Indonesia terbesar berasal dari pemerintah yaitu 40%, dan sisanya dari swasta. Sedangkan alokasi anggaran riset dan pengembangan Vietnam terbesar justru dari sektor industri swasta yaitu 52% dan sisanya dari pemerintah. Karena itu inovasi dan sinergi menjadi faktor penting dalam mengejar ketertinggalan.

Selain inovasi dan sinergitas, daya saing SDM juga perlu menjadi perhatian, dimana hal ini erat kaitannya dengan produktivitas nasional. Namun, berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) dalam Asian Productivity Data Book 2018, posisi produktivitas per pekerja Indonesia berada peringkat ke-4 dari 8 negara Asia yang tergabung dalam organisasi tersebut. Di era persaingan dagang yang semakin kompetitif, Indonesia harus mampu meningkatkan produktivitasnya melalui peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan SDM, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, inovasi serta iklim usaha yang lebih baik.

@kyai_marufamin

Bagikan :

Komentar

Berita Lain