oleh

BANJIR BANDANG BOGOR

Sidak Nusantara – “Ratusan rumah di tiga kecamatan tersebut mengalami kerusakan ringan hingga berat. Banjir bandang juga menelan tiga korban jiwa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI dan Pemuda Pancasila ini menghaturkan dukacita terhadap para korban yang meninggal dunia. Sekaligus menguatkan para korban yang masih mengevakuasi diri agar tetap tabah menghadapi musibah ini. Terlebih musibah ini datang bersamaan dengan pandemi Covid-19, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sangat berlipat.

“Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), banjir bandang termasuk salah satu bencana hidrometereologi akibat faktor cuaca. Bencana ini pada dasarnya sangat bisa diantisipasi jika pemerintah daerah dari mulai kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat mau menggunakan basis data dari BMKG dalam pengambilan kebijakan. Misalnya dengan memperbaiki tata kelola wilayah, mencegah kerusakan lingkungan, hingga memperbaiki alih fungsi lahan sehinga sebuah daerah tak kehilangan pengendali banjir alami,” tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, bersahabat dengan alam adalah pilihan bijak untuk tetap menjalani kehidupan. Sebagaimana masyarakat Jepang yang bisa ‘bersahabat’ dengan gempa bumi dan tsunami, sehingga bisa memitigasi dan meminimalisir berbagai potensi terburuk dalam menghadapi berbagai bencana alam tersebut.

“Pada dasarnya, tak ada manusia yang ingin terkena musibah. Namun alam punya cara kerjanya sendiri dalam mencari keseimbangan. Setiap kerusakan yang dilakukan manusia, alam akan menagihnya.  Disinilah peran penting kehadiran pemerintah dalam melindungi seluruh rakyatnya. Salah satunya dengan tegas melarang ekspolitasi besar-besaran terhadap alam,” pungkas Bamsoet.

@bambang.soesatyo

Bagikan :

Komentar

Berita Lain