oleh

PROGRAM PADAT KARYA PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAGIAN DARI PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL (PEN)

Sidak Nusantara – Program Padat Karya penanaman mangrove sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini telah memasuki tahapan pelaksanaannya. Program ini dilaksanakan oleh @ditjen_pdashl KLHK, hampir di seluruh pesisir dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Indonesia.
.

Tiga titik lokasi telah dilakukan penanaman oleh @bpdashlsolo, yakni Pangkah Kulon, Pangkah Wetan, Randuboto, ketiganya berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
.

Pangkah Kulon sebagai desa paling ujung di daerah aliran Sungai Bengawan Solo mempunyai area tanam di muara sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
.

Puluhan warga desa dengan 3 kapal terlibat dalam penanaman menggunakan sepeda “pancal” dari papan kayu untuk mendistribusikan bibit dan patok ajir. Kerja sama yang apik mutlak diperlukan mengingat lokasi penanaman yang berlumpur dan jauh dari daratan.
.

Sejumlah 3.300 bibit mangrove ditanam warga di lahan seluas satu hektar. Sedangkan luas area tanam keseluruhan di Pangkah Kulon sebesar 75 Ha dengan jumlah kebutuhan 247.500 bibit mangrove.

Pangkah Kulon dengan Perdes telah menetapkan lokasi penanaman tersebut sebagai area konservasi mangrove.

BPDASHL Solo melalui Padat Karya penanaman mangrove berharap bisa membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus merawat dan memperbanyak ekosistem mangrove di DAS Bengawan Solo.

Siapa yang mau ikut andil penanaman mangrove SobatHijau?

@kementerianlhk

Bagikan :

Komentar

Berita Lain