oleh

ACARA BAITU Al-MAAL WA Al-TAMIL (BMT) SUMMIT 2020 HARI INI SANGAT RELEVAN DENGAN PRIORITAS PEMERINTAH

Sidak Nusantara – Acara Baitu Al-Maal Wa Al-Tamil (BMT) Summit 2020 hari ini sangat relevan dengan prioritas pemerintah, yaitu pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK) sebagai prioritas dalam struktur ekonomi nasional.

Saat ini adalah momen yang tepat menggelorakan kembali berbagai upaya untuk memberdayakan usaha mikro dan kecil. Setidaknya ada dua alasan mengapa merealisasikan segenap potensi usaha mikro kecil sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional harus dilakukan.

Pertama, pemerintah sedang berupaya keras membangkitkan dan memulihkan perekonomian nasional setelah mewabahnya pandemi covid-19. Pemerintah mengalokasikan dana Rp 695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari jumlah tersebut lebih dari 50%, atau Rp 350 triliun dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat dan UMK. Ada juga berbagai insentif lainnya, termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari Rp 100 triliun

Kedua, pemerintah saat ini memiliki kemauan politik yang tinggi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dengan pedoman Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kebijakan ini sangat erat kaitannya dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Langsung atau tidak langsung, suksesnya pelaksanaan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah akan menghasilkan usaha mikro dan kecil termasuk BMT yang tangguh dan memiliki daya saing.

kyai_marufamin

Bagikan :

Komentar

Berita Lain