oleh

SELAIN PUSAT PENDIDIKAN DAN DAKWAH, PESANTREN DIHARAPKAN JUGA DAPAT MENJADI PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITARNYA

Sidak Nusantara – Selain pusat pendidikan dan dakwah, pesantren diharapkan juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekitarnya, terutama pemberdayaan ekonomi. Pesantren perlu berkolaborasi
dengan berbagai pihak agar mampu berkontribusi bagi perbaikan ekonomi nasional. Penegasan ini saya sampaikan dalam pertemuan dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Bara Imaji dan ProArt8 melalui konferensi video.

Indonesia punya sekitar 28.194 pesantren. Berdasarkan data 44,2% arau sekitar 12.469 pesantren berpotensi untuk pengembangan ekonomi. Tentunya melalui kemitraan (economic collaboration).

Pemerintah juga telah berkomitmen dan mendukung berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan berbagai fasilitas keuangan yang diberikan.

Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas dari mulai yang super atau ultra mikro, mikro, kecil sampai besar. Yang super atau ultra mikro itu Bank Wakaf Mikro. Di beberapa pesantren itu sudah ada. Membiayai sampai 3 juta. Jalur lain melalui instrumen Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, melalui Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dengan skema syariah, termasuk Baitul Maal wa Tamwil (BMT).

kyai_marufamin

Bagikan :

Komentar

Berita Lain