oleh

RAPAT PLENO KE-52 DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA (DSN MUI) MELALUI KONFERENSI VIDEO

-Nasional-102 views

Sidak Nusantara – Dalam Rapat Pleno ke-52 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) melalui konferensi video, saya sampaikan beberapa langkah penting yang telah dilakukan pemerintah untuk memulihkan kondisi ekonomi di tengah pandemi covid-19.

Pemerintah mendorong sektor ekonomi syariah ikut serta dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Sejak diterbitkannya Perpres nomor 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Indonesia memasuki babak baru dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Program KNEKS yang terkait pengembangan industri produk halal juga diperlukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekspor produk halal global.

Penekanan utama pada penguatan ekosistem seperti pengembangan Kawasan Industri Halal (KIH), layanan sertifikasi halal satu atap (one stop services), dukungan ketersediaan bahan baku dan fasilitas ekspor, penguatan dukungan pemasaran ke pasar global sebagai bagian dari rantai nilai produk halal global (global halal value chain).

Selain itu, pemerintah juga telah melakukan merger bank-bank syariah yang diberi nama Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai upaya pengembangan industri keuangan syariah. Melalui merger ini, BSI akan memiliki total aset yang mencapai Rp 214 triliun.

Langkah ini akan mengangkat kemampuan dan daya saing Bank Syariah Indonesia di dalam memberikan layanan. Baik pada tataran domestik maupun global untuk pengusaha kecil maupun besar.

Saya berharap rapat pleno dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dalam mendukung perekonomian nasional.

Bagikan :

Komentar

Berita Lain