oleh

BUS PENGANGKUT ROMBONGAN PARA PEJABAT AGAM KECELAKAAN TUNGGAL DI KABUPATEN MADINA PROVINSI SUMUT

Sidak Nusantara – Kabar duka sedalam-dalamnya untuk pemerintah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, telah terjadi kecelakan tunggal yang mengangkut rombongan pembawa para pejabat Kabupaten Agam saat dalam perjalanan pulang dari melakukan kunjungan kerja ke Aceh.

Menurut informasi yang di dapat dilapangan bus pariwisata dengan nomor polisi BA 7015 OA dengan membawa penumpang berjumlah 17 orang. Senin (8/2) sekitar pukul 12.30 WIB, jatuh masuk sungai di Simpang Angin Barat, Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Akibat kecelakaan tersebut, diperkirakan sopir mengantuk dan menabrak jembatan yang ada di sebelah kiri kendaraan sehingga bus menembus pembatas jembatan dan terjun jatuh kealiran sungai Palangkitangan dengan kedalaman +- 10 meter.

Dikabarkan ada 2 (dua) orang yang meninggal dunia ditempat kejadian, yaitu Fauzan H Huta Suhut, SSos MAP (Kadis Kominfo) dan David (supir).

Disementara 14 (empat belas) orang mengalami luka berat dan ringan serta 1 (satu) orang selamat. Bagi penumpang yang lain sudah dibawa ke puskesmas Kotanopan dan RSUD Panyabungan untuk pertolongan pertama.

Diantara penumpang itu diketahui yang luka berat adalah Fatimah Kadis Perindagkop-UMKM, Ariyati Staf Ahli Bupati Agam, serta Ermanto Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan.

Selanjutnya warga yang sedang berada di daerah persawahan mendengar ada suara sesuatu yang jatuh ke dalam sungai. Kemudian warga memberitahukan kejadian tersebut bahwa ada sebuah mobil jatuh kedalam sungai dan warga melakukan pertolongan terhadap korban dibantu dengan anggota Babinsa Koramil 14/KTN.

Saat ini kejadian kecelakaan tunggal sudah dalam penanganan pihak Polsek Kotanopan untuk melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan sebenarnya. Kemudian untuk kerangka Bus yang jatuh masih dilakukan usaha untuk penarikan keatas badan jalan.

Kemungkinan supir yang mengendarai Bus baru pertama kali melewati jalan di daerah lokasi kejadian, sehingga supir kurang memahami kondisi jalan yang sangat banyak tikungan dan rawan kecelakaan.

Serta ditambah lagi supir mengalami kurang tidur pada saat membawa kenderaan, kejadian kecelakaan tersebut sering terjadi nya.

(Dika)

Bagikan :

Komentar

Berita Lain