oleh

PADA ACARA PENUTUPAN MUKTAMAR MATHLA’UL ANWAR KE-20 DAN MUNAS MUSLIMAT MATHLA’UL ANWAR KE-5

Sidak Nusantara – Pada acara penutupan Muktamar Mathla’ul anwar ke-20 dan Munas Muslimat Mathla’ul Anwar ke-5, saya meminta Mathla’ul Anwar untuk terus menjaga komitmen dan khittah-nya dengan mengajarkan Islam yang wasathy, yaitu Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Dakwah Islam harus kita jalankan dengan cara dan narasi yang sejuk, narasi kerukunan, bukan narasi konflik apalagi dengan cara kekerasan. Dakwah wasathy juga merupakan tradisi dakwah yang diajarkan oleh Pendiri Mathla’ul Anwar KH. Mas Abdurrahman.

Saya juga berharap agar Mathlaul Anwar menjalankan tugas keulamaan yaitu iqamatul mashalih wal manafi’, membangun kemaslahatan dan kemanfaatan, dan izalatul mafasid wal adhrar, menghilangkan kerusakan dan bahaya. Bahaya yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sekarang ini adalah Covid-19 yang juga merupakan bahaya global (ad-dhararul aam). Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk menangkal bahaya tersebut.

Pemerintah berharap, Mathla’ul Anwar tetap konsisten membangun peradaban bangsa melalui layanan pendidikan, dakwah dan sosial dengan mengajarkan agama yang rahmatan lil ‘alamin, ramah dan toleran.

Bagikan :

Berita Lain