oleh

PENANGANAN KJA LANGKAH UTAMA BUPATI AWR DALAM MEMBANGUN CABLE CAR

-Agam-32 views

Sidak Nusantara – Bupati Agam, Dr. Andri Warman berencana akan melakukan penanganan Keramba Jaring Apung (KJA) yang ada di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

Langkah ini dilakukan untuk penyelamatan danau dari ketercemaran akibat pakan ikan KJA, yang menjadi sedimen dan menumpuk di dasar Danau Maninjau.

Bahkan Menteri PPN atau Kepala Bappenas dua pekan lalu telah meninjau langsung kondisi Danau Maninjau tersebut, dan akan membantu percepatan proses penanganan danau dari ketercemaran.

“KJA kita tertibkan bukan berarti ditutup tetapi direlokasi dan didata, sebab informasi yang kita terima KJA di danau mencapai 17 ribu petak,” ujar Bupati Andri Warman, Rabu (21/4).

Menurutnya, jumlah itu sudah melebihi daya tampung di danau, yang kapasitasnya hanya 6 ribu petak.

“Setelah kita kroscek di lapangan, KJA banyak yang tidak ada izinnya. Maka kita berupaya bagaimana KJA terdata di nagari masing-masing, sehingga jelas siapa pengelola dan pemiliknya,” sebut bupati yang akrab disapa AWR itu.

Apabila ini sudah terealisasi, tentu akan mendukung upaya Bupati Agam untuk membangun kereta gantung atau cable car di kawasan Danau Maninjau, sebab penanganan danau ini jadi langkah utama dalam membangun cable car tersebut.

Membangun cable car itu mendapat dukungan penuh dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, H. Sandiaga Salahuddin Uno, karena menurutnya itu akan jadi suatu kebanggaan bagi Kabupaten Agam.

“Kita berharap bantuan dari Menteri Parekraf untuk membangun cable car seperti mencarikan investor, kalau hanya mengandalkan APBD kita yakini tidak akan terlaksana, mengingat anggaran yang terbatas,” terang AWR.

Sementara itu, Menteri Parekraf, H. Sandiaga Salahuddin Uno di sela kunjungannya ke objek wisata Lawang Park kemaren mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung upaya Pemkab Agam dalam mengembangkan pariwisata.

“Kita melihat di Agam banyak destinasi wisata yang dapat dikembangkan, maka kita sangat mendukung upaya Pemkab Agam untuk pengembangannya dalam mendongkrak perekonomian masyarakat,” tukasnya.

Terkait penanganan Danau Maninjau, ia juga sangat mendukung langkah yang diambil Pemkab Agam. Namun disarankannya KJA tidak direlokasi tapi cukup ditertibkan sesuai daya tampung di Danau Maninjau.

“Sebab warga butuh mata pencarian, maka kita usulkan kepada Bupati Agam mengajak pemilik KJA berbicara agar tidak ada konflik, kita yakin AWR seorang pengusaha bisa carikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi,” ujarnya. (dika)

Bagikan :

Berita Lain